Langsung ke konten utama

watashi no sensei, arigatou gozaimasu

Ternyata selama ini saya tidak sadar apa yang selalui dilakukan mereka. Apa yang ada dipikiran mereka adalah untuk saya, bukan untuk mereka. Apa yang selalu dirumpikan adalah saya yang selalu bermasalah. Yaitu saya sebagai seorang murid. Dari umur 5 tahun sampai saat ini saya masih menjadi seorang murid. Terima kasih guru - guru ku yang sudah membimbing dan mengjarkan saya selama ini sampai bisa menjadi seorang guru sekarang. Ini sebuah keingin saya .. yang bahkan saya cantumkan di blog, bahwa ini adalah permohonan saya.

Semua terjawab ... apa yang saya alami selama ini menjawab segalanya. Apa yang mereka rasakan? apa yang mereka selalu kerjakan? apa yang mereka rundingkan?.

Di waktu jam istirahat, saya melihat partner kerja saya yang sibuk membuka lembaran foto copyan dan tumpukan buku. Beliau terlihat begitu serius menghafal dan belajar seperti murid yang akan ujian. Saya tidak berani bertanya takutnya mengganggu padahal di ruangan itu hanya ada saya dan beliau. Tiba - tiba saya teringat guru - guru saya, apa kah ini yang selalu mereka lakukan sebelum mengajar? Mereka mempersiapkan segala sesuatu yang akan mereka ajarkan, malamnnya atau diwaktu senggang seperti ini, mereka lebih giat belajar untuk mengajar. Mereka semua melakukannya untuk saya muridnya. Agar apa yang akan disampaikan dapat saya pahami. Saya benar - benar terhenyak, apa yang saya lakukan dulu.... guru menerangkan tapi saya malah tidak memperhatikan. Jika jam terakhir guru menerangkan, tapi apa yang saya perhatikan sebuah jam dinding di kelas dan bel pulang.

Guru itu seperti perpustakaan yang berisi berbagai macam buku, apa yang murid tanyakan harus dapat terjawab. Guru itu digugu dan ditiru, apa yang mereka lakukan akan menjadi conoth bagi murid - muridnya.

Karena tanggung jawab itulah mereka, selalu bekerja keras dan berusaha lebih baik di mata murid - muridnya. Tugas yang saya emban saat ini adalah sesuatu yang harus saya tanggung jwabkan. Sudahkah saya sebagai guru sebenarnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

nakayoshi part 1

Ini lah kisah kami "nakayoshi" Nakayoshi bukan sebuah nama kumpulan orang, bukan nama geng, bukan nama grup. Tapi nakayoshi adalah kata dari bahasa Jepang yang berarti SAHABAT. Kata itu yang saya dan teman - teman saya ambil untuk menyebut apa kita. Ini adalah kisah saya bersama ke tujuh sahabat saya. Berawal dari bangku SMP saya Dwi Merdeka Putri, dulu ketika saya SD semua orang di sekolah dan orang - orang luar memanggil saya Putri. Bahkan guru SD saya pun tidak tahu bahwa sebenarnya nama panjang saya bukan diawali dari kata Putri melainkan kata Dwi yang berarti 2. Saya merupakan anak ke 2 dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Kembali ke nama panggilan saya yang dulu saat SD dipanggil Putri, ketika SMP panggilan saya berubah. Orang - orang memanggil saya Dwi sampai saat ini saya di panggil dengan nama itu. Impian saya dulu ingin sekolah di kota, maklum SD saya di kabupaten. Dan Alhamdulillah saya lolos tes masuk SMP di kota. Disanalah saya bertemu dengan sahabat...

my blog

Subhanallah begitu banyak tulisan yang wi tulis di blog ini, mengenang kembali kejadian dulu dengan membaca postingan terdahulu, mengingatkan kembali masa senang, lucu, sedih, bahkan kebo**han yang dituangkan di blog ini. Semoga wi dapat menuliskan kembali setiap kejadian ke dalam blog ini :) Dari masih jadi siswa SMA sampai sekarang masuk kedunia kerja alhamdulillah blognya tak pernah berubah :)

sapanduk motivasi

kembali ke sekolah .... Ustadzah Irma minta wi buat sepanduk motivasi untuk nannti di pajang ketika anak anak ujian nasional. Dan salah satunya menjadi backgroun dari blogger ini hehehehehehe... oh iya trimakasih banyak buat teh elvin dan ustadzah ani... yang ngebantu bikin kata kata motivasinya jadi dapet pencerahan... ma enti juga my imoto yg bntuin ngeditin pas wie lagi nglesin hehehehehehehe gak semua di acc ada yang dijadiin sepanduk ada yg di anggurin aja!!!