Kisah Ramadhan
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa di akhirat kelak semua amal manusia boleh dilihat dan ditimbang. Amal kebajikan akan datang dengan rupa dan paras yang sangat elok seperti bulan purnama; sementara amal kejahatan kelihatan amat buruk dan busuk.
Ramadhan merupakan satu bulan di mana amalan puasa diwajibkan. Pada hari kiamat ia kelihatan amat cantik. Suatu ketika Ramadhan datang ke hadirat Allãh SWmemohon suatu keistimewaan bagi manusia yang berpuasa di bulan Ramadhan. Allãh berfirman: “Apa keinginanmu, ya Ramadhan?” Ramadhan memohon Allãh memakaikan mahkota kepada setiap orang yang berpuasa pada bulan ini. Allãh memperkenankannya dengan mengaruniakan 1.000 mahkota kepada setiap pengamal puasa Ramadhan. Di samping itu ada tambahan lain, yaitu setiap orang yang berpuasa diberi syafaat untuk membebaskan 70 ribu orang yang berdosa besar. Kemudian setiap orang dinikahkan dengan 1.000 bidadari yang elok rupawan. Setiap bidadari itu dilayani oleh 70 ribu dayang-dayang. Untuk kelengkapan menjelajah Surga mereka diberi kendaraan Buraq.
Ramadhan masih belum puas dan tetap tegak tidak beranjak dari hadapan ‘Arsy. Allãh berfirman: “Apa lagi kehendakmu, ya Ramadhan?” Ramadhan memohon kepada Allãh supaya menempatkan pengamal puasa Ramadhan bersama Nabi saw di Surga Firdaus. Allãh memperkenankan hajatnya dengan tambahan setiap orang diberi 100 bandar permata merah yaqut. Setiap bandar dilengkapi 1000 mahligai. Betapa dahsyatnya karunia Allãh terhadap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Pesan Moral
* Setiap amal anak manusia untuk dirinya sendiri. Amal kebajikan akan menolong, amal buruk akan menghancurkan—pengamalnya di dalam kubur dan di akhirat kelak.
* Fadhilah Ramadhan tak terbatas. Amalan apa pun dilipatgandakan balasan pahalanya.
* Mengosongkan perut karena mengharap keridhaan Allãh adalah amalan yang terpuji.
* Balasan orang yang puasa Ramadhan atas hak Allãh, teristimewa dalam Lailatul-Qadr.
* Orang berpuasa tinggal bersama Nabi di Surga Firdaus.
* Masih amat banyak keistimewaan Ramadhan, karenanya amat rugilah mereka yang tidak berpuasa dan menikmati lezatnya takwa.
Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa di akhirat kelak semua amal manusia boleh dilihat dan ditimbang. Amal kebajikan akan datang dengan rupa dan paras yang sangat elok seperti bulan purnama; sementara amal kejahatan kelihatan amat buruk dan busuk.
Ramadhan merupakan satu bulan di mana amalan puasa diwajibkan. Pada hari kiamat ia kelihatan amat cantik. Suatu ketika Ramadhan datang ke hadirat Allãh SWmemohon suatu keistimewaan bagi manusia yang berpuasa di bulan Ramadhan. Allãh berfirman: “Apa keinginanmu, ya Ramadhan?” Ramadhan memohon Allãh memakaikan mahkota kepada setiap orang yang berpuasa pada bulan ini. Allãh memperkenankannya dengan mengaruniakan 1.000 mahkota kepada setiap pengamal puasa Ramadhan. Di samping itu ada tambahan lain, yaitu setiap orang yang berpuasa diberi syafaat untuk membebaskan 70 ribu orang yang berdosa besar. Kemudian setiap orang dinikahkan dengan 1.000 bidadari yang elok rupawan. Setiap bidadari itu dilayani oleh 70 ribu dayang-dayang. Untuk kelengkapan menjelajah Surga mereka diberi kendaraan Buraq.
Ramadhan masih belum puas dan tetap tegak tidak beranjak dari hadapan ‘Arsy. Allãh berfirman: “Apa lagi kehendakmu, ya Ramadhan?” Ramadhan memohon kepada Allãh supaya menempatkan pengamal puasa Ramadhan bersama Nabi saw di Surga Firdaus. Allãh memperkenankan hajatnya dengan tambahan setiap orang diberi 100 bandar permata merah yaqut. Setiap bandar dilengkapi 1000 mahligai. Betapa dahsyatnya karunia Allãh terhadap orang yang berpuasa di bulan Ramadhan.
Pesan Moral
* Setiap amal anak manusia untuk dirinya sendiri. Amal kebajikan akan menolong, amal buruk akan menghancurkan—pengamalnya di dalam kubur dan di akhirat kelak.
* Fadhilah Ramadhan tak terbatas. Amalan apa pun dilipatgandakan balasan pahalanya.
* Mengosongkan perut karena mengharap keridhaan Allãh adalah amalan yang terpuji.
* Balasan orang yang puasa Ramadhan atas hak Allãh, teristimewa dalam Lailatul-Qadr.
* Orang berpuasa tinggal bersama Nabi di Surga Firdaus.
* Masih amat banyak keistimewaan Ramadhan, karenanya amat rugilah mereka yang tidak berpuasa dan menikmati lezatnya takwa.
Komentar